Selasa, 16 November 2010

Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial


A.    Faktor – Faktor Pembentuk Ketidaksamaan Sosial
·         Faktor fisik : ciri fisik (ras)
·         Faktor sosial : tugas dan fungsi dalam kehidupan sosial
·         Faktor budaya : perbedaan kebudayaan

B.    Diferensiasi Sosial
1.  Pengertian
Diferensiasi sosial adalah pembedaan warga masyarakat secara horisontal (tidak bertingkat)
Faktor pembentuk :
-  Keadaan geografis wilayah Indonesia banyak pulau, dipisahkan oleh laut dan selat
-  Letak di antara dua benua dan dua samudra
-  Perbedaan iklim dan kesuburan tanah

Tanda – tanda  :
-  Perbedaan ciri – ciri fisik (Andre Ketzus) :
o    Bentuk kepala :
Dolichepolis (bertengkorak panjang)
Mesochepolis (bertengkorak sedang)
Branchypalis (bertengkorak pendek)
o    Bentuk badan ΓΈ ketinggian rata – rata orang dewasa 150 – 178 cm
o    Bentuk hidung
Jethorine (hidung kecil)
Mesosorshine (hidung sedang)
Platirhina (hidung lebar)
o    Bentuk rambut
Leiotris (lurus) : Mongoloid dan Kaukasoid
Cymotris (halus dan pirang) : Nordic, Alpine, dan Mediterania
Ulotris (gimbal) : Negroid di Afrika dan Melanesia
o    Warna kulit (F.J. Blumenbach)
Putih : Kaukasoid
Hitam : Negroid, Melanesia, dan Polynesia
Sawo matang : Malayan Mongoloid
Kuning : Asiatic Mongoloid dan Eskimo
Merah : Indian

- Perbedaan ciri – ciri sosial : berkaitan dengan status dan peran

-  Perbedaan ciri – ciri budaya : berhubungan dengan pandangan hidup, nilai, norma, dll.

2.  Bentuk – Bentuk[1]
·         Berdasarkan Kondisi Biologis
-  Jenis kelamin (sekdifferentation) : laki – laki dan perempuan, didasarkan pada :
-          masalah biologis                   -   masalah psikologis
-          kemampuan fisik                   -   tanggung jawab / kewajiban
-          anggapan bahwa laki – laki adalah penerus keluarga
-  Umur (age diffrentation) : tua dan muda (otomatis)
-  Ras (rasial difrerentation) : pengelompokan berdasarkan ciri biologis (fisik)

Ciri – ciri fisik manusia :
-          Ciri fenotip (tampak) : kualitatif (warna kulit, rambut, dll) & kuantitatif (tinggi, berat)
-          Ciri filogenetik : hubungan asal – usul ras dan perkembangannya
-          Ciri genotif : keturunan darah

Ragam ras (A.L. Kroeber) beserta ciri – cirinya (Ralph Linton) :
-           Mongoloid : Kulit kuning - sawo matang, rambut lurus, bulu badan sedikit, mata sipit
Asiatik Mongoloid (Asia Utara, Tengah, Timur)
Malaya Mongoloid (Asia Tenggara)
Amerikan Mongoloid (Eskimo)
-           Kaukasoid : Hidung mancung, kulit putih, rambut pirang sampai coklat, perawakan tinggi
Nordic (Eropa Tengah & sekitar laut Artik)
Alpino (Eropa tengah & timur)
Mediteranian (Laut tengah, Afrika utara, Arab, Iran)
Indic (India, Srilangka)
-           Negroid : Rambut gimbal, kulit hitam, bibir tebal, kelopak mata lurus
African Negroid (Afrika)
Negrito (Afrika Tengah, Filifina)
Melanesia (Irian, Melanesia)
-           Ras khusus :
Veddoid (Pedalaman Srilangka, Toraja)
Bushman (Gurun Kalahari, Afrika Selatan)
Polinesia (kepulauan Polinesia ,Mikronesia)
Ainu (Pulau Hokaido, Korafuto, Jepang utara)
Australoid (Australia, Aborigin)

Pembagian masyarakat Indonesia berdasarkan ciri fisik :
-           Papua Melanezoid
-           Negroid
-           Weddoid
-           Melayu Mongoloid : Melayu Tua (Proto Melayu) ; Melayu Muda (Deureto Melayu)
-           Kelompok keturunan Mongoloid (Cina) & Kaukasoid (India, Arab)

-  Intelektual (intelectual diferentation)

·         Berdasarkan Kondisi Sosio Kultural
-  Suku bangsa (tribal diferentation) : suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas terhadap kesatuan kebudayaan seringkali diperkuat oleh kesatuan bahasa (Koentjaraningrat)

Pembagian penduduk Indonesia oleh pemerintah :
o    Suku bangsa : semua WNI yang berasal dari wilayah RI
o    Golongan keturunan asing : WNI yang merupakan pendatang
o    Masyarakat terasing : taraf kebudayaan sederhana dan masih terisolir

Jumlah dan kemajemukan Indonesia :
Clifford Geertz : terdapat 300 suku bangsa dan 250 bahasa daerah
Koentjaraningrat : 195 suku
MA Jaspan : 366 suku
STA Berg : 200 – 250 suku
Skiner : 35 suku
Lingkaran hukum adat (Van Vollen Hoven) :
(1) Aceh (2) Gayo-Alas, Batak (2a) Nias ,Batu (3) Minangkabau (4) Sumatera Selatan (4a) Enggano (5) Melayu (6) Bangka, Biliton (7) Kalimantan (8) Sangir-Talaud (9) Gorontalo (10) Toraja (11) Sulawesi Selatan (12) Ternate (13) Ambon Maluku (13a) Kepulauan Barat Daya (14) Papua/Irian (15) Timor (16) Bali, Lombok (17) Jawa Tengah, Jawa Timur (18) Surakarta, Yogyakarta (19) Jawa Barat
 
Kriteria yang digunakan untuk menentukan kelompok suku bangsa :
- Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih
- Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh identitas penduduk sendiri
- Kesatuan masyarakat yang ditentukan wilayah geografis
- Kesatuan masyarakat yang ditentukan kesatuan ekologis
- Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mempunyai sejarah sama
- Kesatuan penduduk yang interaksi di antara mereka sangat dalam
- Kesatuan masyarakat dengan sistem sosial yang seragam

Bukti – bukti diferensiasi berdasarkan suku bangsa :
o    Perbedaan bahasa daerah[2]
o    Perbedaan tata susunan kekerabatan
o    Perbedaan kesenian
o    Perbedaan adat istiadat
o    Perbedaan mata pencaharian
o    Perbedaan teknologi

Persamaan mendasar suku – suku di Indonesia :
-  Kekeluargaan
-  Hukum adat
-  Sistem milik hak tanah
-  Kekerabatan, adat perkawinan, serta persekutuan bermasyarakat

-  Agama (religion diferentation)

-  Klan (klan diferentation)
Kekerabatan : kesatuan sosial yang anggota – anggotanya terikat hubungan darah, yang menunjukkan hak dan kewajiban tertentu. Hubungan kekerabatan membentuk klan.
Klan : kekerabatan yang berdasarkan dalam pertalian darah.

-  Profesi (profesi diferentation) : suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan sangat erat hubungannya dengan mata pencaharian

C.    Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial berarti pembedaan masyarakat ke dalam kelas secara bertingkat (hierarki).

1)  Pendapat para ahli :
·         Pitirin Sorokin, Selo Sumardjan, Soejono Soekanto : pembeda secara bertingkat
·         PJ Boumen : penggolongan berdasarkan hak istimewa
Hak istimewa (privelese) :
-  Privelese dalam ekonomi dan sosial : pemilikan uang / kekayaan dirasakan dalam berbagai bidang kehidupan sosial seperti pendidikan dan kesehatan
-  Privelese budaya : pemilikan uang diikuti dengan pemilikan hak – hak kultural tertentu, seperti orang kaya wajar mengendarai mobil mewah

1)   Dasar – dasar :
·         Soedjono Soekanto : disebabkan adanya sesuatu yang dihargai baik kualitas maupun kualitas
Sesuatu yang dihargai (Koentjaraningrat) :
1.  Kualitas kepandaian  (Iptek)             5.  Keanggotaan Kaum Kerabat
2.  Tingkat usia                                     6.  Pangkat, jabatan
3.  Sifat kemuliaan                               7.  Kekayaan
4.  Kekuasaan                                        8.  Kehormatan
·         Pitirin A Sorokin : tergantung pada perkembangan budaya masyarakat
v  Masyarakat tradisional : ditentukan oleh adat yang berlaku
v  Masyarakat modern : ditentukan oleh tinggi rendahnya jabatan, kepandaian, kekayaan
v  Suku terasing : ditentukan oleh jenis kelamin, kepandaian berburu, penguasaan magis
2)   Proses terjadinya :
a.     Plato : masyarakat negara dibedakan menjadi filosof sebagai pemimpin negara, prajurit
   sebagai penjamin terlaksananya hukum dan rakyat sebagai warga negara.
b.     Aristoteles : masyarakat dibedakan menjadi orang kaya, melarat, dan diantaranya.

3)   Cara terbentuknya :
a.     Otomatis dengan ciri – ciri :
-  Sejalan dengan perkembangan masyarakat (reformasi membentuk lapisan politik baru)
-  Di luar kontrol masyarakat (perubahan dari agraris menjadi industri membentuk lapisan masyarakat baru)
-  Tergantung kondisi sosial budaya (pelapisan masyarakat Jawa berbeda dengan Batak)
-  Hak dan kewajiban suatu kedudukan tertentu berlangsung secara otomatis (keturunan bangsawan otomatis menjadi lapisan atas)
b.     Sengaja dibentuk : dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Biasanya berkaitan dengan kekuasaan dan wewenang resmi di dalam organisasi – organisasi formal. (pemilihan Kades)

4)   Sifat – sifat :
a.     Tertutup dengan ciri – ciri :
§  Membatasi kemungkinan pindah lapisan
§  Satu – satunya cara adalah melalui kelahiran
§  Tergantung pada perbedaan sosial (feodal dan kasta)
Ciri – ciri kasta :
§  Keanggotaannya diperoleh dari kelahiran
§  Berlangsung seumur hidup
§  Perkawinan bersifat endogami (kasta sejenis)
§  Adanya kesadaran terhadap keanggotaan suatu kasta tertentu
§  Terikat oleh kedudukan yang secara tradisional telah ditetapkan
Kasta di India : Triwangsa  : Brahmana, Ksatria, Waisya
 Jaba : Sudra

b.     Terbuka dengan ciri – ciri :
§   Punya kesempatan untuk pindah lapisan
§   Landasan pembangunan masyarakat dengan sistem tertutup
§   Mungkin dapat jatuh ke lapisan yang lebih rendah

c.     Campuran : kadang tertutup, kadang terbuka (terjadi pada 2 kelompok etnis yang hidup
berdampingan misalnya pribumi dan pendatang dimana perpindahan hanya terjadi dalam kelompoknya)

5)   Dimensi :
1)     Birokrasi / hierarkis (atasan – bawahan, komandan – prajurit)
2)    Atas dasar prestise dan kehormatan, antara lain faktor senioritas dan kekayaan

6)   Bentuk – bentuk :
o Berdasarkan kriteria ekonomi
a.     Upper class (kelas atas)
b.     Middle class (kelas menengah)
c.     Lower class (kelas bawah)

o Berdasarkan kriteria mata pencaharian
a.     Golongan elite : konglomerat, pejabat, pengusaha besar
b.     Golongan profesional : sarjana, dokter, insinyur
c.     Golongan semi profesional : teknisi, pegawai, sekretaris
d.     Golongan tenaga terampil : montir, ahli kecantikan, teknisi
e.     Golongan tenaga tidak terampil : pemulung, tukang becak

o Berdasarkan kriteria sosial : masyarakat dengan stratifikasi tertutup (feodal)

o Berdasarkan kriteria pendidikan
a.     Berpendidikan tinggi : lulusan perguruan tinggi
b.     Berpendidikan menengah : lulusan SMP, SMA, SMK
c.     Berpendidikan rendah : lulusan SD
d.     Tuna aksara : tidak bisa baca – tulis

o Berdasarkan kriteria politik
a.     Tipe kasta : tidak ada gerak sosial vertikal
b.     Tipe oligarkis : masyarakat feodal dengan sistem pemerintahan monarki parlementer. Mobilitas vertikal bisa ditembus, status berdasarkan asal usul tetapi dapat diperjuangkan, kekuasaan raja tidak mutlak karena pemerintahan dijalankan perdana menteri.
c.     Tipe demokrasi : asal usul tidak penting, yang memegang kekuasaan adalah rakyat
    Seseorang yang ingin memperoleh kekuasaan harus memenuhi syarat :
1.     Memiliki imtaq dan iptek
2.     Setia kepada negara
3.     Memiliki semangat dan kemampuan pengabdian yang tinggi kepada bangsa dan negara
4.     Lebih mengutamakan kepentingan umum
5.     Rela bekorban, berani membela kebenaran dan keadilan
6.     Kepemimpinannya bisa diterima seluruh golongan
7.     Sehat jasmani dan rohani
8.     Memiliki wawasan yang luas dan jati diri bangsa yang kuat
d.     Eksekutif, Legislatif, Yudikatif

7)   Pengaruh status dan peranan sosial bagi tindakan dan interaksi sosial :
a.   Status sosial : posisi seseorang dalam masyarakat
Aspek status :
§  Aspek statis : kedudukan dapat dibedakan (PNS dengan buruh)
§  Aspek dinamis : berhubungan dengan peranan sosial tertentu (jabatan, jasa, tingkah laku)

Macam – macam status :
q  Ascribed Status : diperoleh secara otomatis / keturunan (Bangsawan)
q  Achieved Status : diperoleh karena usaha (Hakim)
q  Assigned Status : diperoleh dari pemberian karena suatu jasa (pahlawan)

Konflik status :
§   Individual : hakim menghukum saudaranya sendiri
§   Antarkelompok : pertentangan antaretnis
§   Antarindividu : ayah memarahi anak, tetapi dibela oleh ibunya

b.   Peranan sosial : pola perilaku yang diharapkan, tetapi tidak selalu menunjuk pada status
Macam – macam peranan sosial :
q  Ascribed roles (bawaan) : otomatis (penobatan putera mahkota menjadi raja)
q  Achieved roles (pilihan) : usaha (dokter mengobati orang sakit)
q  Expected roles (harapan) : sesuai ketentuan (hakim menegakkan kebenaran)
q  Actual roles (disesuaikan) : sesuai situasi (guru matematika mengajar bahasa inggris)

Fungsi peranan :
§   Mengatur perilaku seseorang sesuai dengan statusnya
§   Untuk memprediksi perbuatan orang lain yang menjalankan suatu peran
§   Menyesuaikan perilaku sendiri dengan orang lain dalam kehidupan sehari - hari

Konflik peran :
1)     Konflik dalam satu peran (individual) : dalam waktu yang sama harus melakukan peranan yang berbeda (seorang pedagang jujur atau mencari keuntungan besar)
2)    Konflik karena berbagai peran (antarindividu) : melibatkan individu lebih dari satu (seorang polisi yang diperintahkan menahan saudaranya karena pelanggaran hukum)

Status dan peranan sosial sangat berpengaruh pada tindakan dan interaksi sosial. Pelapisan sosial menempatkan seseorang pada kedudukan tertentu yang diikuti oleh hak dan kewajiban. Kedudukan akan membentuk tindakan sosial yang khas (gaya hidup) sehingga berpengaruh pada interaksi sosial.

Konsekuensi perbedaan kedudukan sosial :
v  Timbulnya proses yang disosiatif
v  Konsentrasi elite status menyebabkan penyalahgunaan jabatan, korupsi
v  Menimbulkan perilaku menyimpang

7)  Pengaruh diferensiasi dan stratifikasi di masyarakat
·         Kasta : “casta” (Portugis) : ras / “varna” (India)
·         Kelas : katagori abstrak biasanya ditandai oleh penguasaan ekonomi
·         Konflik (disosiatif) yang disebabkan :
-           Perbedaan anggota masyarakat
-           Perbedaan pola kebudayaan
-           Perbedaan status sosial
-           Perbedaan kepentingan
-           Terjadinya perubahan sosial
·         Integrasi (asosiatif)
-          integrasi sosial
-          integrasi nasional
·         Pengaruh industrialisasi terhadap pelapisan sosial (+) :
-          peningkatan lapangan kerja, pendapatan, pendidikan, sarana & prasarana
-          memungkinkan mobilitas sosial
-          penempatan kedudukan dan peran
-          peningkatan disiplin
-          bergesernya kaum bangsawan

8)  Konsekuensi perubahan konsolidasi dan interseksi terhadap diferensiasi dan stratifikasi
·         Interaksi
·         Interseksi dapat menghindarkan konflik dan memperkecil kesenjangan ekonomi dan sosial
·         Konsolidasi secara langsung
·         Fungsi konsolidasi untuk mewujudkan integrasi dan stabilitas
·         Konsolidasi ke luar cenderung menyebabkan integrasi


[1] Berdasarkan kemajemukan : ras, etnis, agama
  Berdasarkan heterogenitas : profesi, jenis kelamin, umur
[2] Ciri – ciri suku : yang digaris bawah + kesadaran kolektif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar