Selasa, 20 September 2011


MEMAHAMI STRATEGI

TUJUAN PERUSAHAAN
A.      Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba (laba jangka panjang)
ROI =  ((Pendapatan - Beban) : Pendapatan) x (pendapatan : investasi)
B.      Memaksimalkan nilai pemegang saham atau menaikkan harga pasar saham perusahaan
C.      Risiko meningkatkan profitabilitas sangat dipengaruhi oleh kemauan pihak manajemen untuk mengambil risiko
D.      Pendekatan banyak stakeholder sistem pengendalian manajemen harus mengidentifikasi tujuan-tujuan pemegang saham, konsumen, para pegawai, para pemasok dan masyarakat dan mengembangkan sistem penilaian untuk menilai kinerja mereka

KONSEP STRATEGI
Strategi mendiskripsikan arah umum yang akan dituju suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Perusahaan mengembangkan strateginya dengan mencocokkan kompetensi intinya dengan peluang industri. Strategi dapat ditemukan dalam dua tingkatan yaitu strategi untuk organisasi keseluruhan dan strategi untuk unit bisnis dalam organisasi, meski begitu tetap ada kebutuhan yang jelas untuk konsistensi di antara keduanya.

STRATEGI TINGKAT KORPORAT
Strategi korporat untuk menjawab pertanyaan di mana sebaiknya bersaing yang merupakan strategi unit bisnis. Analisis strategi tingkat korporat menghasilkan keputusan yang melibatkan bisnis yang akan ditambah, dipertahankan, dikurangi perhatiannya, atau didivestasi (dijual).
Klasifikasi perusahaan berdasarkan strategi tingkat korporat :
1.       Perusahaan dengan industri tunggal beroperasi dalam satu lini bisnis
2.       Perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan beroperasi dalam beberapa industri dan unit-unit bisnis tersebut memperoleh manfaat dari seperangkat kompetensi inti yang umum
3.       Perusahaan dengan bisnis yang tidak berhubungan dengan beroperasi dalam bisnis yang tidak saling berhubungan satu sama lain, hubungan antara unit-unit bisnis bersifat murni finansial dan mengacu pada hubungan sinergi operasi lintas unit bisnis

Kompetensi inti dan diversifikasi korporat
Kompetensi inti adalah kemampuan yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi dan menambah nilai signifikan bagi pelanggan oleh karena itu pertumbuhan berbasis kompetensi dan diversifikasi mempunyai potensi untuk berhasil.

STRATEGI UNIT BISNIS
Strategi unit bisnis berkenaan dengan bagaimana menciptakan dan memelihara keunggulan kompetitif dalam masing-masing industri. Strategi unit bisnis bergantung pada :
1.       Misi unit bisnis  untuk mengembangkan misi ini digunakan model :
a.       Bangun yaitu menambah pangsa pasar bahkan dengan mengorbankan laba jangka pendek dan arus kas
b.      Pertahankan yaitu perlindungan pangsa pasar unit bisnis dan posisi persaingan
c.       Panen : memaksimalkan laba jangka pendek dan arus kas bahkan dengan mengorbankan pangsa pasar
d.      Divestasi yaitu suatu keputusan untuk mundur dari bisnis melalui proses likuidasi perlahan-lahan atau penjualan segera

2.       Keunggunlan kompetitif
a.       Analisis industri
struktur industri harus dianalisis terkait dengan kekuatan kolektif dari lima kekuatan
persaingan yaitu :
-          Intensitas persaingan di antara para pesaing yang ada
-          Daya tawar pelanggan
-          Daya tawar pemasok
-          Ancaman dari barang subtitusi
-          Ancaman pendatang baru yang masuk industri
Observasi yang dibuat sehubungan dengan analisis industri :
-          Semakin kuat lima kekuatan tersebut, semakin rendah kemungkinan profitabilitas industri tersebut
-          Masalah strategis kunci yang dihadapi oleh unit bisnis tersebut akan berbeda dengan industri lain
-          Memahami hakikat setiap kekuatan membantu perusahaan untuk merumuskan strategi yang efektif

b.      Keunggulan bersaing generik
Unit bisnis mempunyai dua cara generik untuk merespon terhadap kesempatan dalam lingkungan eksternal dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan yaitu :
-          Biaya rendah melalui pendekatan seperti skala ekonomis dalam produksi, dampak kurva belajar, pengendalian biaya yang ketat dan minimalisasi biaya
-          Diferensiasi yaitu menciptakan sesuatau yang dipandang oleh pelanggan sebagai sesuatu yang unit
-          Analisis rantai nilai untuk menentukan di bagian mana operasi peusahaan dari desain sampai distribusi nilai pelanggan dapat ditambah atau dikurangi serta membantu perusahaan untuk memahami sistem penyaluran nilai

SIFAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

SISTEM
Sistem merupakan suatu cara tertentu dan bersifat kontinyu untuk melaksanakan suatu atau sekelompok aktifitas

PENGENDALIAN
Elemen-elemen sistem pengendalian
1.       Pelacakak (detector) atau sensor yaitu suatu perangkat yang mengukur apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan
2.       Penilai (assesor) yaitu suatu perangkat yang menentukan signifikansi dari peristiwa aktual dengan cara membandingkannya dengan beberapa standar atau ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi
3.       Effector  yaitu suatu perangkat yang mengubah perilaku jika assesor mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan hal tersebut (umpan balik)
4.       Jaringan komunikasi yaitu perangkat yang meneruskan informasi antara detector  dan assesor serta assesor kepada effector



MANAJEMEN
Proses pengendalian manajemen adalah proses di mana manajer di seluruh tingkatan memastikan bahwa orang-orang yang mereka awasi mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan

PENGENDALIAN MANAJEMEN
Pengendalian manajemen merupakan proses dengan mana para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi. Beberapa aspek proses pengendalian manajemen :
1.       Kegiatan pengendalian mananjemen yang meliputi :
a.       Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi
b.      Mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas dari beberapa bagian organisasi
c.       Mengomunikasikan informasi
d.      Mengevaluasi informasi
e.      Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil
f.        Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka
2.       Keselarasan tujuan berarti tujuan seorang anggota organisasi seharusnya konsisten dengan tujuan organisasi
3.       Perangkat penerapan strategi
a.       Struktur organisasi menetapkan peranan, hubungan pelaporan dan pembagian tanggung jawab yang membentuk pengambilan keputusan dalam suatu organisasi
b.      Manajemen SDM merupakan seleksi, pelatihan, evaluasi, promosi, dan pemecatan karyawan guna mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan strategi organisasi
c.       Budaya mengacu pada sekelompok kepercayaan, sikap, dan norma umum yang secara eksplisit maupun implisit mengarahkan tindakan manajerial
4.       Tekanan finansial dan nonfinansial yang merupakan ukuran kinerja
Finansial : hasil-hasil moneter seperti laba bersih, pengembalian atas moda
Nonfinansial : mutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelangggan, pengantaran tepat waktu dan semangat kerja karyawan
5.       Pengendalian interaktif mengundang perhatian manajemen pada pengembangan baik negatif maupun positif yang menunjukkan perlu adanya inisiatif strategis yang baru

 PERUMUSAN STRATEGI
Strategi menetapkan secara umum arah tujuan pergerakan organisasi yang diinginkan oleh manajemen. Kebutuhan untuk memformulasikan strategi biasanya muncul sebagai respon terhadap ancaman yang ditermima atau kesempatan.
Perbedaan formulasi strategi dan pengendalian manajemen :
-          Formulasi strategi adalah proses pengambilan keputusan strategi baru, pengendalian manajemen adlah proses implementasi strategi tersebut
-          Formulasi strategi tidak sistematis dan keputusan strategis dapat dibuat kapanpun
-          Analisis strategi melibatkan penilaian dan angka merupakan estimasi kasar, sedangkan proses pengendalian manajemen serangkaian langkah dalam urutan yang dapat dipredikiksikan sesuai dengan jadwal tetp, dan dengan dengan estimasi yang dapat diandalkan

PENGENDALIAN TUGAS adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien. Berorientasi pada transaksi, bersifat ilmiah, dan sebagian besar informasi dalam sebuah organisasi merupakan informasi pengendalian tugas.
Perbedaan antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen :
-          Pengendalian tugas bersifat ilmiah sedangkan pengendalian manajemen tidak dapat disederhanakan menjadi suatu ilmu
-          Pengendalian tugas melibatkan interaksi seorang manajer dengan non manajer, sedangkan pengendalian manajemen merupakan interaksi antar manajer
-          Pengendalian tugas berfokus pada tugas spesifik yang dilakukan oleh unit-unit organisasional sedangkan pengendalian manajemen berfokus pada unit organisasional
-          Pengendalian tugas berhubungan dengan tugas-tugas tertentu, pengendalian manajemen berkaitan dengan aktivitas para menejer dalam memutuskan apa yang harus dilakukan dalam kendala strategis secara umum

DAMPAK INTERNET DALAM PENGENDALIAN MANAJEMEN
1.       Akses secara mudah dan cepat
2.       Komunikasi multi-target
3.       Komunikasi berbiaya rendah
4.       Kemampuan menampilkan citra tertentu
5.       Pergeseran kekuatan dan kendali kepada individu
Meski internet sangat meningkatkan pemrosesan informasi, namun elemen fundamental dari pengendalian manajemen berupa informasi apa yang dikumpulkan dan bagaimana menggunakannya pada dasarnya melibatkan perilaku karena itu tidak dapat digantikan hanya dengan pendekatan formula.

BAB IV TUJUAN DAN TANGGUNG JAWAB AUDIT

Pihak manajemen bertanggung jawab menerapkan kebijakan akuntansi yang memadai, menjaga kecukupan pengendalian internal dan menyajikan laporan keuangan yang wajar.  Mendeteksi kesalahan penyajian yang sifatnya material dalam laporan keuangan dan  mengidentifikasi kelemahan yang signifikan dalam pengendalian internal terhadap laporan keuangan adalah tanggung jawab auditor. Jika manajemen bersikeras mempertahankan pengungkapan laporan keuangan yang dianggap auditor tidak dapat diterima, maka auditor dapat menerbitkan opini tidak wajar (adverse), opini wajar dengan pengecualian (qualified) atau menarik diri dari kontrak kerja. Senada dengan yang diungkapkan PSA 02 bahwa tujuan pengauditan laporan keuangan adalah pemberian opini atas laporan keuangan.

Dalam memenuhi tanggung jawabnya, auditor harus memerhatikan :
a.       Salah saji material vs. Tidak material
Kesalahan saji dianggap material jika gabungan dari kesalahan-kesalahan yang belum dikoreksi dan kecurangan dalam laporan keuangan akan mengubah atau memengaruhi keputusan orang –orang yang menggunakan laporan keuangan tersebut
b.      Keyakinan yang memadahi
Keyakinan adalah ukuran atas tingkat kepastian yagn telah didapatkan oleh auditor saat pengauditan telah diselesaikan namun tidak bersifat absolut karena :
1.       Sebagian besar bahan bukti audit berasal dari pengujian sampel populasi
2.       Penyajian akuntansi bersisi estimasi yang kompleks melibatkan ketidakpastian dan dapat dipengaruhi oleh kejadian di masa mendatang
3.       Sulit mendeteksi salah saji dalam laporan keuangan ketika terjadi kolusi di antara manajemen
c.       Kesalahan vs. Kecurangan (PSA 70 SA 316)
Kesalahan adalah salah saji dalam pelaporan keuangan yang tidak disengaja
Kecurangan adalah salah saji dalam pelaporan keuangan yang disengaja, kecurangan terbagi menjadi penyalahgunaan aset yang disebut kecurangan karyawan dan kecurangan dalam pelaporan keuangan yang sering disebut dengan kecurangan manajemen
d.      Skeptisme profesional (PSA 04 SA 230)
Skeptisme profesional merupakan suatu perilaku pemikiran yang secara kritis dan penilaian kritis atas bukti audit. Auditor tidak harus menganggap bahwa manajemen telah berlaku tidak jujur, namun kemungkinan bahwa adanya ketidakjujuran harus dipertimbangkan

Tanggungjawab auditor dalam mendeteksi kesalahan saji material adalah auditor menekan beragam kesalahan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam perhitungan, kealpaan, kesalahpahaman dan kesalahan penerapan standar akuntansi serta kesalahan dalam pengelompokan dan penjelasan.

Tanggung jawab auditor dalam mendeteksi kecurangan material
Kecurangan yang diakibatkan kecurangan dalam pelaporan keuangan membahayakan para pengguna dengan cara memberikan informasi laporan keuangan yang salah untuk membuat keputusan. Kecurangan akibat penyalahgunaan aset para pemegang saham, kreditor, dan lainnya akan mendapatkan bahaya karena aset tersebut tidak lagi tersedia bagi para pemiliknya yang berhak.
Terdapat perbedaan penting antara penggelapan aset dan salah saji yang material dari penggelapan aset dengan beberapa pertimbangan yaitu :
1.       Aset yang diambil dan digelapkan ditutupi dengan cara menyalahsajikan aset
2.       Aset diambil dan digelapkan ditutupi dengan mengurangsajikan pendapatan atau melebihsajikan beban

Tanggung jawab auditor untuk membongkar tindakan ilegal
Berdasarkan PSA 31 (SA 317) tindakan ilegal adalah pelanggaran terhadap hukum atau peraturan pemerintah selain kecurangan
a.       Tindakan ilegal berdampak langsung : mengevaluasi apakah terdapat bahan bukti yang tersedia dan mengindikasikan adanya pelanggaran yang signifikan terhadap peraturan perpajakan pemerintah
b.      Tindakan ilegal berdampak tidak langsung misalnya melanggar hukum perlindungan lingkungan, insider trading, hukum hak sipil, dan peraturan keselamatan karyawan

Auditor memiliki tiga tingkat tanggung jawab untuk menemukan dan melaporkan tindakan-tindakan ilegal sebagai berikut :
a.       Akumulasi bukti ketika tidak ada alasan untuk meyakini adanya tindakan ilegal berdampak tidak langsung
b.      Akumulasi bukti ketika ada alasan untuk meyakini adanya tindakan ilegal berdampak langsung atau tidak langsung yang mungkin timbul. Jika auditor yakin bahwa suatu tindakan ilegal telah terjadi maka tindakan yang harus diambil adalah :
1.       Menanyakan pada manajemen yang tingkatannya lebih tinggi dari pihak yang dicurigai terlibat dalam tindakan ilegal yang potensial
2.       Auditor harus berkonsultasi dengan penasihat hukum klien atau ahli lainnya
3.       Auditor harus mempertimbangkan untuk menambah akumulasi bahan bukti audit

Tindakan ketika auditor mengetahui adanya tindakan ilegal
1.       Mempertimbangkan dampaknya terhadap laporan keuangan termasuk kecukupan pengungkapannya. Jika auditor menyimpulkan bahwa pengungkapan terkait tidak memadahi maka auditor harus memodifikasi laporan audit yang diterbitkan
2.       Mempertimbangkan dampak terhadap hubungan KAP dengan manajemen
3.       Mengomunikasikan dengan komite audit dan otorasi lainnya

Siklus laporan keuangan
Pengauditan dilakukan dengan membagi laporan keuangan ke dalam kelompok yang lebih kecil. Memperlakukan setiap saldo akun dalam laporan keuangan sebagai kelompok yang terpisah tidak efisien dan berakibat audit yang terpisah atas akun-akun yang berhubungan sangat dekat.

Pendekatan siklus dalam pengelompokan audit
Pendekatan siklus adalah mengelompokkan audit dengan tetap menjaga jenis atau kelompok transaksi dan saldo akun yang terkait erat ke dalam satu kelompok yang sama. Pendekatan siklus praktis digunakan karena menggabungkan transaksi yang dicatat dalam jurnal-jurnal yang berbeda dengan saldo yang tercatat di buku besar yang ditimbulkan dari transaksi-transaksi tersebut. Macam-macam siklus :
-          Siklus penjualan dan penagihan
-          Siklus pembelian dan pembayaran
-          Siklus penggajian dan kepegawaian
-          Siklus akuisisi modal dan pelunasan

Hubungan antar siklus
Menetapkan tujuan pengauditan
Auditor menjalankan pengauditan atas laporan keuangan dengan menggunkan pendekatan siklus dalam melakukan pengujian audit atas transaksi-transaksi yang memengaruhi saldo akhir suatu akun serta melakukan pengujian audit atas saldo akun dan pengungkapan terkait. Cara yang paling efektif dan efisien untuk melakukan pengauditan dengan mendapatkan beberapa kombinasi keyakinan untuk setiap kelompok transaksi dan untuk saldo akhir akun-akun terkait.
1.       Tujuan audit terkait transaksi adalah beberapa tujuan audit harus terpenuhi sebelum auditor dapat menyimpulkan bahwa transaksi tersebut telah dicatat dengan tepat
2.       Tujuan audit terkait saldo adalah beberapa tujuan audit harus terpenuhi oleh masing-masing saldo akun
3.       Tujuan audit terkait penyajian dan pengungkapan informasi laporan keuangan

Asersi manajemen
Asersi manajemen adalah pernyataan yang tersirat atau tertulis oleh manajemen mengenai kelompok-kelompok transaksi dan akun-akun terkait serta pengungkapan dalam laporan keuangan. Asersi manajemen secara langsung terkait dengan standar akuntansi karena asersi ini merupakan bagian dari kriteria bahwa manajemen telah mencatat dan mengungkapkan informasi akuntansi dalam laporan keuangan
Pengelompokan asersi menurut PSA 07 (SA 326)
1.       Asersi mengenai kelompok-kelompok transaksi dan kejadian-kejadian selama periode yang diaudit
-          Keterjadian => asersi menekankan apakah transaksi yang telah tercatat dan telah dilaporkan dalam laporan keuangan benar-benar telah terjadi selama periode pembukuan. Pelanggaran atas asersi ini akan mengakibatkan lebih saji akun
-          Kelengkapan => asersi ini menekankan apakah sumua transaksi yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan sudah dicatat dengan lengkap. Kelengkapan ini merupakan kebalikan dari asersi keterjadian. Pelanggaran atas asersi ini akan mengakibatkan kurang saji
-          Akurasi => asersi ini membahas apakah transaksi telah dicatat dengan jumlah yang benar
-          Klasifikasi => asersi ini menekankan apakah transaksi telah dicatat dengan nama akun yang tepat
-          Pisah batas => asersi ini membahas apakah transaksi telah dicatat pada periode pembukuan yang tepat

2.       Asersi mengenai saldo akun di akhir periode pembukuan
-          Keberadaan => asersi ini terkait apakah aset, liabilitas, dan ekuitas yang dimasukkan dalam neraca memang benar-benar ada di tanggal neraca tersebut. Pelanggaran asersi ini akan mengakibatkan lebih saji
-          Kelengkapan => asersi ini terkait apakah semua akun yang harusnya disajikan dalam laporan keuangan benar-benar telah dimasukkan dalam laporan keuangan dan merupakan kebalikan dari asersi keberadaan. Pelanggaran akan asersi ini mengakibatkan kurang saji
-          Penilaian dan alokasi => asersi ini terkait apakah aset, liabilitas, dan ekuitas telah dimasukkan dalam laporan keuangan dengan jumlah yang tepat termasuk penyesuaian yang menggambarkan nilai aset pada nilai realisasi bersihnya
-          Hak dan kewajiban => asersi ini menekankan apakah aset merupakan hak entitas tersebut dan apakah liabilitas merupakan kewajiban entitas tersebut pada suatu tanggal tertentu

3.       Asersi mengenai penyajian dan pengungkapan
-          Keterjadian dan hak dan kewajiban => asersi ini membahas apakah kejadian-kejadian yang diungkapkan telah benar-benar terjadi dan merupakan hak dan kewajiban entitas tersebut
-          Kelengkapan => asersi ini terkait dengan apakah semua pengungkapan yang diharuskan telah dimasukkan dalam laporan keuangan
-          Akurasi dan penilaian => asersi ini terkait dengan apakah informasi keuangan telah diungkapkan dengan wajar dan dengan jumlah yang tepat
-          Klasifikasi dan pemahaman => asersi ini terkait dengan apakah jumlah-jumlah telah diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan dan catatan-catatan kaki dan apakah penjelasan saldo dan pengungkapan terkait dapat dipahami

Tujuan Audit Terkait Transaksi dimaksudkan untuk memberikan kerangka untuk membantu auditor dalam mengumpulkan bahan bukti audit yang memadahi yang diharuskan oleh standar ketiga pekerjaan lapangan dan untuk memutuskan bukti yang tepat untuk dikumpulkan bagi setiap kelompok transaksi sesuai dengan kondisi kontrak kerja tersebut
Tujuan umum audit terkait transaksi
1.       Keterjadian – transaksi yang dicatat benar-benar ada
2.       Kelengkapan – transaksi yang ada telah dicatat
3.       Akurasi – transaksi yang dicatat disajikan dalam jumlah yang benar
4.       Pemindahbukuan dan pengikhtisaran – transaksi yang dicatat telah dimasukkan dalam arsip utama dengan tepat dan telah diikhtisarkan dengan benar
5.       Klasifikasi – transaksi yang dimasukkan dalam jurnal klien telah diklasifikasikan dengan tepat
6.       Penetapan waktu – transaksi dicatat pada tanggal yang benar
Setidaknya ada satu tujuan audit khusus terkait transaksi yang harus dimasukkan ke dalam setiap tujuan umum audit terkait transaksi kecuali jika auditor yakin bahwa tujuan umum audit terkait transaksi tidak relevan dan tidak penting dalam situasi tersebut.
Terdapat hubungan satu per satu antara asersi manajemen dengan tujuan audit terkait transaksi kecuali asersi akurasi, karena asersi akurasi memberikan panduan dalam melakukan pengujian akurasi transaksi bagi auditor.

Tujuan audit terkait saldo adalah untuk memberikan kerangka kerja untuk membantu auditor untuk mengumpulkan bahan bukti yang memadahi terkait saldo akun
Tujuan umum audit terkait saldo :
1.       Keberadaan – jumlah yang dicatat memang benar-benar ada
2.       Kelengkapan – jumlah yang ada telah dicatat
3.       Akurasi – jumlah yang dimasukkan dinyatakan dalam jumlah yang benar
4.       Klasifikasi – jumlah yang dimasukkan pada daftar milik klien telah diklasifikasikan dengan benar
5.       Pisah batas – transaksi mendekati tanggal neraca dicatat dalam periode yang benar
6.       Keterikatan perincian saldo akun sesuai dengan jumlah di arsip utama yang terkait sesuai dengan jumlah total saldo akun dan sesuai dengan jumlah di buku besar
7.       Nilai terealisasi – aset dicatat pada estimasi jumlah yang dapat terealisasi
8.       Hak dan kewajiban – sebagai pelengkap asersi manajemen tentang hak dan kewajiban untuk saldo akun
Setidaknya ada satu tujuan audit khusus terkait saldo yang harus dimasukkan ke dalam setiap tujuan umum audit terkait saldo kecuali jika auditor yakin bahwa tujuan umum audit terkait transaksi tidak relevan dan tidak penting dalam situasi tersebut.
Hubungan antara asersi manajemen dan tujuan audit terkait saldo merupakan hubungan satu-satu kecuali untuk penilaian dan asersi lokasi karena masalah kompleksitas dari penilaian dan kebutuhan untuk menyediakan panduan tambahan untuk menguji penilaian bagi auditor

Tujuan audit terkait penyajian dan pengungkapan sama dengan asersi manajemen untuk penyajian dan pengungkapan

Bagaimana memenuhi tujuan-tujuan audit
Auditor harus mendapatkan bukti audit yang memadahi untuk mendukung semua asersi manajemen dalam laporan keuangan, hal ini dilakukan dengan mengakumulasi bukti-bukti untuk mendukung kombinasi yang tepat dari tujuan audit terkait transaksi dan tujuan audit terkait saldo. Untuk melakukan ini, auditor menjalankan sebuah proses audit yang merupakan sebuah metodologi yang sangat jelas untuk pengorganisasian sebuah audit untuk meyakinkan bahwa bukti yang dikumpulkan memadai dan tepat serta semua tujuan audit yang diperlukan telah dinyatakan dengan jelas dan terpenuhi. Jika klien merupakan perusahaan publik, auditor juga harus merencanakan untuk mencapai tujuan yang dikaitkan dengan efektivitas pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.

(Fase I) Merencanakan dan Merancang Sebutah Pendekatan Audit
Pertimbangan untuk memilih pendekatan untuk mengaudit :
1.       Bukti memadai dalam jumlah yang cukup harus dikumpulkan untuk memenuhi tanggung jawab profesional dari auditor
2.       Biaya pengumpulan bahan bukti sebaiknya diminimalisir
Aspek kunci pendekatan audit :
1.       Mendapatkan pemahaman atas entitas klien dan lingkungannya
2.       Memahami pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian => auditor mengidentifikasi pengendalian internal dan mengevaluasi efektivitasnya
3.       Menilai risiko salah saji material dengan memahami industri dan strategi bisnis klien serta efektivitas dalam pengendalian internal

(Fase II) Melaksanakan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif Transaksi
Pengujian pengendalian adalah menguji efektivitas pengendalian. Tes substantif transaksi adalah auditor mengevaluasi catatan transaksi klien dengan melakukan verifikasi jumlah nominal transaksi. Demi tercapainya efisiensi seringkali kedua jenis pengujian tersebut dilakukan pada waktu yang sama.

(Fase III) Melakukan Prosedur Analitis dan Pengujian atas Rincian Saldo
Prosedur analitis menggunakan perbandingan dan keterkaitan untuk menilai apakah saldo akun atau data lain disajikan secara wajar. Menguji rincian saldo merupakan prosedur khusus yang dimaksudkan untuk menguji salah saji nilai nominal saldo akun di laporan keuangan.

(Fase IV) Menyelesaikan Audit dan Menerbitkan Laporan Audit
Setelah auditor menyelesaikan seluruh prosedur untuk masing-masing tujuan audit dan laporan keuangan serta pengungkapan yang terkait, sangat penting untuk menggabungkan informasi yang didapatkan untuk mencapai kesimpulan menyeluruh mengenai apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Ketika audit telah diselesaikan, seorang akuntan publik harus menerbitkan laporan audit untuk menyertai laporan keuangan yang diterbitkan oleh klien

Selasa, 13 September 2011

EFISIENSI PASAR


Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasikan, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada para pengguna yang berkepentingan. Dalam GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) dalam menghasilkan informasi akuntansi menggunakan prinsip harga perolehan yang menyatakan bahwa aset dicatat sesuai dengan harga perolehan prinsip inilah yang membuat informasi akuntansi dapat dikatakan tidak aktual yang menyebabkan nilai suatu perusahaan bisa lebih, sama dengan atau bahkan kurang dari nilai yang tercantum dalam laporan posisi keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi. Nilai perusahaan seringkali tidak sama dengan nilai akuntansi melainkan nilai pasar wajar perusahaan yang tercerminkan dari harga saham (untuk PT) dan revaluasi aset (untuk non-PT).

Efisiensi pasar adalah seberapa cepat harga saham merefleksikan informasi tentang prospek perusahaan. Bentuk – bentuk efisiensi pasar :
1.      Weak form (lemah) dengan ciri-ciri:
a.       Harga saham sekarang merefleksikan harga masa lalu yaitu naik atau turunnya harga saham saat ini dipengaruhi oleh perilaku naik atau turunnya harga saham masa lalu
b.      Informasi tentang perusahaan tidak terserap kepada harga
c.       Analisis teknik sangat dominan
d.      Bukti empiris yaitu adanya korelasi positif  yang signifikan antara harga sekarang dengan harga masa lalu

2.      Semi strong form dengan ciri-ciri :
a.       Harga saham sekarang merefleksikan informasi yang tersedia secara publik
b.      Analisis fundamental sangat bermanfaat
c.       Terjadi asimetri informasi
d.      Ada peluang memeroleh abnormal return (AR) karena adanya kenaikan atau penurunan harga yang tak terduga akibat informasi baru yang diterima oleh investor atau pasar
e.       Bukti empiris yaitu jika terdapat AR positif atau negatif yang signifikan setelah dikeluarkannya informasi tentang perusahaan.
ARi = Rt - Rm
Rt = (Pt – Po) / Po
Rt = return (tingkat pengembalian) saham i
Pt = harga saham saat ini
Po = harga saham periode dasar
Rm = return pasar = return rata-rata dari seluruh saham di pasar

3.      Strong form dengan ciri-ciri :
a.       Harga saham sekarang merefleksikan semua informasi tentang perusahaan baik yang tersedia secara publik maupun informasi yang bersifat pribadi (private)
b.      Peluang investor memperoleh abnormal return sangat kecil karena harga sangat cepat merespon semua informasi baik publik maupun private
c.       Terjadi simetri informasi
d.      Bukti empiris yaitu harga saham senantiasa merefleksikan nilai wajar

Bentuk-Bentuk Analisis Keputusan Investasi
1.      Analisis Teknik adalah mendasarkan keputusan investasi pada hasil analisis terhadap pergerakan atau trend harga masa lalu (tidak memperhatikan informasi perusahaan)
2.      Analisis Fundamental adalah mendasarkan keputusan investasi pada hasil analisis kondisi makro dan mikro perusahaan. Dengan tahapan :
a.       Analisis (deskripsi) kondisi global
b.      Analisis kondisi nasional
c.       Analisis kondisi industri
d.      Analisis kondisi kinerja perusahaan baik finansial maupun non finansial
e.       Keputusan investasi

Grafik Efisiensi Pasar

Kondisi I (warna ungu) merupakan kondisi early response yaitu meski belum ada pengumuman resmi dari perusahaan, pasar sudah merespon positif sehingga harga pelan-pelan naik dari 100 menjadi 150

Kondisi II (warna hijau) menunjukkan efisiensi pasar dimana harga saham naik secara wajar (dari 100 menjadi 150 poin) di hari perusahan mengumumkan informasi tentang kebijakan perusahaan

Kondisi III (warna oranye) menunjukkan over reaction atau terlalu optimis yaitu ketika perusahaan memberikan pengumuman resmi pasar merespon dengan optimis sehingga harga saham melonjak di atas harga wajar (200 poin) sehingga lama-kelamaan harga tersebut akan pengalami penyesuaian menuju harga wajar (150 poin)

Kondisi IV (warna coklat) merupakan kondisi delayed response atau respon yang lambat dalam kondisi ini meski perusahaan sudah mengeluarkan informasi namun pasar masih lambat dalam menyesuaikan sehingga harga saham cenderung konstan (100 poin) sampai pada saat tertentu setelah itu baru mengalami penyesuaian menuju harga wajar (150 poin)
BAB 3 ETIKA PROFESI

 
Etika adalah seperangkat prinsip-prinsip moral atau nilai-nilai
Alasan orang berlaku tidak etis :
a.       Standar etika seseorang berbeda dari masyarakat umum : perilaku tidak etis dianggap etis menandakan adanya konflik nilai-nilai etika yang perlu ditangani
b.      Orang yang memilih berlaku egois : melakukan penyimpangan karena diperlakukan pengorbanan pribadi untuk bertindak sesuai dengan etika

Rumusan prinsip-prinsip etika (Josephon Institute)
a.       Dapat dipercaya (trutworthiness)
b.      Rasa hormat (respect)
c.       Tanggungjawab (responsibility)
d.      Kewajaran (fairness)
e.      Kepedulian (caring)
f.        Kewarganegaraan (citizenship)

Dilema etika adalah situasi dimana harus membuat keputusan mengenai perilaku yang patut
Pembenaran atas perilaku tidak etis :
a.       semua orang melakukannya
b.      jika legal maka etis
c.       kemungkinan terbongkar dan konsekuensi

Menyelesaikan dilema etika :
a.       memperoleh fakta-fakta yang relevan
b.      mendefinisikan masalah etika yang muncul
c.       mengidentifikasi siapa yang terkena dampak dari dilema tersebut dan bagaimana mereka terkena dampaknya
d.      mendefinisikan alternatif-alternatif penyelesaian
e.      mendefinisikan konsekuensi yang akan timbul
f.        memutuskan tindakan yang tepat

Kebutuhan khusus terhadap kode etik profesi :
Profesional : tanggungjawab untuk berperilaku lebih dari sekedar memenuhi tanggungjawab secara individu dan ketentuan dalam peraturan hukum di masyarakat
Perbedaan KAP dengan para profesional lainnya : KAP ditugaskan oleh manajemen yang menerbitkan laporan keuangan namun penerima manfaat utama dari jasa audit adalah para pengguna laporan keuangan
Cara-cara yang dilakukan oleh akuntan publik untuk berlaku profesional ditetapkannya kode etik IAPI dan kementerian keuangan dan BAPEPAM LK

Kode etik IAPI mengadopsi IFAC
Bagian A : penerapan umum atas kode etik yaitu mengidentifikasi tangggungjawab bertindak untuk kepentingan publik sebagai unsur pembeda dalam profesi akuntansi, menetapkan prinsip-prinsip dasar etika profesional bagi para anggota, serta memberikan kerangka konseptual untuk menerapkan prinsip tersebut.
Bagian B : anggota dalam praktik publik
Bagian C : anggota dalam bisnis
Bagian B dan C menggambarkan penerapan kerangka konseptual untuk mengidentifikasi dan mengatasi ancaman dalam situasi tertentu.

Prinsip-prinsip dasar etika profesional :
a.       integritas : terus terang, jujur, adil, dan sebenar-benarnya
b.      objektivitas : tidak berkompromi dalam memberikan pertimbangan profesionalnya
c.       kompetensi profesional dan kecermatan dalam melaksanakan tugas
d.      menjaga kerahasiaan informasi maupun hubungan dengan klien
e.      berperilaku profesional seperti tidak mendiskreditkan profesi serta tidak melakukan kelalaian

Prinsip-prinsip umum adalah dasar untuk mengidentivikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap prinsip-prinsip utama, ancaman, kepentingan pribadi, penelaahan pribadi, advokasi, kesepahaman dan intimidasi yang mencangkup pengamanan untuk profesi, legislasi dan regulasi serta lingkungan kerja serta memuat resolusi konflik mulai fakta-fakta terkait, masalah etika yang terbaik, identifikasi ancaman, melakukan prosedur internal yang mencerminkan pengamanan terhadap ancaman, alternatif tindakan yang dilakukan.

Panduan khusus dalam kode etik profesi (kode etik bagian B dan C)
210         Penunjukan profesional
220         Konflik kepentingan
230         Second opinion
240         imbalan jasa audit dan jenis-jenis imbal jasa lainnya
250         pemasaran jasa profesional
260         hadiah dan fasilitas
270         perlindungan aset klien
280         objektivitas semua jasa yang diberikan
290         independensi kontrak kerja audit

Pasal 290 tentang independensi audit :
290. 1-34                     kerangka independensi bagi kontrakk kerja audit
290.100 - berikutnya    memberikan panduan penerapan atas kerangka independensi untuk situasi-
situasi tertentu
Interpretasi pasal 290   membahas masalah-masalah teknis tertentu
Lampiran pasal 290      pernyataan independensi auditor

Independensi adalah mengambil sudut pandang yang tidak bias dalam melakukan pengujian audit, evaluasi dari hasil pengujian dan penerbitan laporan audit. Pentingnya independensi seorang auditor adalah independensi merupakan dasar dari prinsip integritas dan objektivitas karena banyaknya pengguna laporan keuangan yang mengandalkan laporan audit eksternal terhadap kewajaran laporan keuangan disebabkan ekspektasi mereka atas sudut pandang yang tidak bias dari auditor.

Independensi terbagi atas :
a.       independensi kenyataan (fakta) yaitu auditor secara nyata menjaga sikap objektif selama melakukan audit
b.      independensi penampilan merupakan interpretasi orang lain terhadap independensi auditor
perbuatan yang tidak memengaruhi independensi kenyataan tetapi dapat memengaruhi independensi penampilan antara lain kepemilikan finansial yang signifikan, pemberian jasa non-audit kepada klien, serta besarnya imbalan jasa audit.

Ancaman terhadap independensi : Bagian B dan C kode etik
a.       Kepemilikan finansial yang signifikan = sub bagian 290, 290.104-134
b.      Direktur, eksekutif, manajemen atau karyawan dari sebuah perusahaan 290.149, 290.143-152
c.       Pemberian jasa non-audit kepada klien 290.158 – 205
-          Jasa penilaian 290.176 - 177
-          Jasa pembukuan kepada klien 290.170, 290.172
-          Jasa audit internal
Imbalan jasa audit dan independensi :
-          Ketergantungan pada imbalan jasa audit 290.206-207 imbalan tidak melebihi batas wajar
-          Imbalan jasa audit yang belum dibayar 290.208
-          Penetapan imbalan jasa audit 290.210-212 serta 290.209 melarang praktik lowballing
-          Biaya kontijen (fee kontinjen) adalah biaya yang ditetapkan untuk pelaksanaan suatu jasa profesional tanpa ada tambahan biaya lain kecuali apabila ada hasil temuan dimana jumlah biaya tergantung pada hasil kinerja (temuan) tertentu. Biaya dianggap tidak kontinjen apabila ditetapkan oleh suatu lembaga pengatur jika dasar penetapan adalah hasil penyelesaian hukum atau temuan badan pengatur. Esensinya adalah anggota KAP tidak diperkenankan untuk menetapkan fee kontinjen apabila penetepan tersebut dapat mengurangi independensi.
Tindakan hukum antara KAP dan klien serta independensi 290.214
Pergantian auditor : komunikasi antar KAP, opinion shopping, dan pengurangan biaya

Ketentuan BAPEPAM LK terkait dengan independensi auditor :
-          Jasa non-audit yang dilarang : jasa pembukuan dan akuntansi lainnya, desain sistem informasi keuangan dan implementasinya, jasa penilaian, jasa aktuaria, jasa audit internal, fungsi manajemen dan SDM, jasa pialang / bankir investasi, jasa hukum dan pakar yang tidak terkait audit, jasa-jasa lain yagn tidak diizinkan dengan catatan KAP tidak dilarang memberi jasa tersebut kepada perusahaan non-publik atau perusahaan publik yang bukan kliennya
-          Auditor mengkomunikasikan hal penting yang teridentifikasi kepada komite audit
-          Konflik yang timbul dari hubungan kerja disiasati dengan adaya waktu satu tahun sebelum bekas angota tim audit dapat bekerja pada klien dalam sejumlah posisi kunci manajemen
-          Rotasi partner dan KAP = PMK 17/2008 merotasi tim audit setelah tiga tahun dan KAP setelah enam tahun
-          Adanya kepentingan kepemilikan

Bantuan-bantuan untuk menjaga independensi dan integritas audit
-          Perlindungan kertas kerja (integritas audit, keungtungan pribadi, dan kerahasiaan klien) dengan pengecualian untuk kewajiban hukum dan menjaga kualitas audit (review sejawat)
-          Adanya kesempatan mengundurkan diri