Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 November 2010

Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

A.     Sosialisasi (Koentjaraningrat) :
      -    Sosialisasi : proses penyesuaian individu dengan masyarakat di sekitarnya
-          Enkulturasi : proses transformasi nilai – nilai budaya di segala sektor kehidupan manusia

Hal penting mengenai sosialisasi :
·   Sosialisasi merupakan hasil belajar / pengalaman
·   Berkenaan dengan pengetahuan, informasi, nilai dan sikap
·   Sosialisasi berlangsung sepanjang hidup
·         Sosialisasi merupakan prakondisi yang diperlukan bagai aktivitas sosial baik secara implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan tentang tingkah laku sosial

Tujuan sosialisasi :
·         Integtatif : sosialisasi nilai – nilai memberi bekal untuk berinteraksi dan berintegrasi
·         Survive : mengamankan, mempertahankan, dan mencapai tujuan masyarakat    
·         Menambah kemampuan berkomunikasi secara efektif
·         Proses pembentukan sikap
·         Memberi ketrampilan dan pengetahuan
·         Membantu mengendalikan fungsi – fungsi organik melalui latihan yang tepat
·         Membiasakan individu dengan kepercayaan pokok dan mendasar

Faktor – faktor yangmempengaruhi sosialisasi (F.G. Robins) :
·         Sifat dasar : sifat yang membentuk jiwa kepribadian
·         Lingkungan praenatal (sebelum lahir) dipengaruhi oleh :
-  Macam – macam penyakit                          
-  Gangguan endrokin                                    
-  Struktur dan kondisi fisik ibu
-  Saat kelahiran
·         Perbedaan individu baik fisik, mental, psikologis, personal
·         Lingkungan sosial yang terbagi atas :
-  Lingkungan geografi / alam
-  Lingkungan kebudayaan / cultur
-  Manusia serta masyarakat
·         Motivasi

Tahap – tahap sosialisasi (George Herbert Mead) :
o    Preparatory stage / persiapan : belum memiliki kesadaran diri
o    Play stage / meniru : meniru peranan orang lain (bermain masak – masakan)
o    Game stage / siap bertindak : mengetahui peranan diri sendiri dan orang lain
o    Generalized stage / penerimaan norma kolektif : menjalankan peranan sendiri dan tanggungjawab

Aspek sosialisasi :
§  Individu : mendapatkan, membentuk, membangun kepribadian
§  Sosial : mengenal, menyesuaikan, mengintegrasikan dalam kelompok / masyarakat
§  Budaya : mempelajari tata cara kehidupan, nilai, norma, dan adat istiadat

Pelaku sosialisasi :
o    Keluarga : basis sosialisasi pertama, tempat pembentukan mental dan kepribadian yang efektif
o    Sekolah
o    Kelompok pergaulan
o    Media massa
o    Pelaku lain : agama, lingkungan pekerjaan, dan masyarakat

Jenis sosialisasi :
o    Primer (Peter L.Berger dan Luckmann) : dijalani individu dari masa kanak – kanak (balita) melalui belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga)
o    Sekunder : memperkenalkan individu kepada kelompok tertentu dalam masyarakat
Resosialisasi : seseorang mendapat identitas baru
Desosialisasi  : pencabutan identitas diri yang telah dimiliki

Akibat kegagalan sosialisasi :
§  Perilaku menyimpang
§  Perilaku anti sosial
§  Merugikan diri sendiri dan orang lain

B.  Peranan Nilai Sosial dalam Proses Sosialisasi
Nilai sosial : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar serta dicita – citakan oleh masyarakat

Ciri – ciri nilai sosial :
o Terbentuk dari hasil interaksi sosial
o Dapat disebarluaskan melalui pergaulan
o Terbentuk melalui proses belajar
o Berbeda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain (relatif)
o Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda pada setiap orang di masyarakat
o Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang
o Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan

Fungsi nilai :
o    Menjadi alat yang siap pakai dalam masyarakat untuk menetapkan harga sosial seseorang
o    Menjadi faktor penentu bagi manusia dalam menjalankan perannya
o    Pembentuk cara berfikir dan berperilaku secara ideal
o    Dipakai sebagai alat kontrol, penuntun, pendorong untuk berbuat baik
o    Sebagai alat solidaritas dan kesiakawanan

Sumber nilai :
§  Agama : kejujuran, kasih sayang
§  Filsafat : keadilan
§  Ilmu pengetahuan : kebenaran sesuatu
§  Adat istiadat : kesusilaan, kesopanan

Berlakunya nilai :
§  Lokal : di tempat tertentu (kesusilaan)
§  Universal : di semua tempat dan waktu (keadilan)

Macam – macam nilai :
o    Berdasarkan fungsi
Ø  Nilai Integratif : untuk mencapai cita – cita bersama
Ø  Nilai Disintegratif : mengarah pada disintegrasi, bersifat etnosentris

o    Berdasarkan isi
Ø  Nilai yang berhubungan dengan estetika
Ø  Nilai yang berhubungan dengan religi
Ø  Nilai yang berhubungan dengan kekuasaan (politik)
Ø  Nilai yang berhubungan dengan etika
Ø  Nilai yang berhubungan dengan kebenaran (sistem pengetahuan)
Ø  Nilai yang berhubungan dengan kesehatan
 
o    Berdasarkan penjabaran
Ø  Nilai dasar : berupa intisari dari nilai dan bersifat universal
Ø  Nilai instrumental : pedoman yang dapat diukur dan diarahkan bersumber pada nilai dasar (norma moral yang mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari – hari)
Ø  Nilai praksis : perwujudan nilai dasar dan instrumental dalam kehidupan sehari – hari

o    Berdasarkan pendapat para ahli
q  Notonagoro
ü  Nilai material : segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia
ü  Nilai vital : segala sesuatu yang berguna bagi aktivitas manusia
ü  Nilai kerohanian
-          Nilai kebenaran yang bersumber pada rasio
-          Nilai keindahan yang bersumber pada perasaan
-          Nilai kebaikan yang bersumber pada karsa / kehendak
-          Nilai religius yang bersumber pada keyakinan / kepercayaan
q  Walter G. Everet
a)    nilai ekonomis                                  
b)    nilai kejasmaniah                             
c)    nilai hiburan                                    
d)    nilai sosial                                        
e)    nilai watak
f)    nilai estetis
g)    nilai intelektual
h)    nilai keagamaan

o    Berdasarkan tingkatannya (Max Scheler)
1)  Nilai kenikmatan                                
2)  Nilai kehidupan                                 
3)  Nilai kejiwaan
4)  Nilai kerohanian

Hal – hal yang berhubungan dengan nilai :
§ Naluri ketuhanan : kesadaran akan adanya Tuhan
§ Prinsip moral : moral bersifat universal hanya aturan pelaksanaan yang berbeda
§ Kasih sayang : faktor penting dalam interaksi sosial dan dasar terciptanya hubungan harmonis
§ Rasa seni
§ Keteraturan dalam kehidupan sosial

Hubungan antara nilai dan sikap :
Stimulus akan mempengaruhi nilai, kumpulan nilai membentuk sistem nilai yang dipengaruhi oleh internalisasi, selanjutnya sistem nilai membentuk sikap yang pada akhirnya sikap membentuk tingkah laku

 C.  Peran Norma Sosial dalam Sosialisasi
Norma : aturan yang mengikat, dipakai sebagai paduan, tatanan, dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima, ditaati oleh masyarakat (KBBI)

Tingkatan norma sosial (sanksi) :
§  Cara / usage : perbuatan tertentu yang dilakukan seseorang tapi tidak terus – menerus (makan tidak bersuara)
§  Kebiasaan / folkways : perbuatan berulang – ulang dan sama, dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan yang jelas serta dianggap baik dan benar (membuang sampah di tempatnya)
§  Tata kelakuan / mores : sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat tertentu dilakukan secara sadar sebagai bentuk pengawasan terhadap masyarakat (larangan mencuri)
§  Adat istiadat / coustom : kumpulan tata kelakuanyang bersifat kekal dan terintegrasi kuat terhadap masyarkat, memiliki sanksi yang keras (pelanggaran pada upacara adat)

Macam – macam norma sosial :
§  Norma agama : berasal dari Tuhan, sanksi bersifat abstrak tetapi mengikat erat umatnya, mengenal pahala dan dosa. Untuk mengatur hubungan vertikal, horisontal, dengan alam
§  Norma kesusilaan : berasal dari hati nurani (otonom) yang bersifat umum dan universal, sanksi berupa perasaan bersalah. Berisi perintah dan larangan dalam pergaulan
§  Norma kesopanan[1] : berasal dari masyarakat (heteronom) yang bersifat khusus / relatif. Sanksi berasal dari lingkungan / masyarakat. Untuk mengatur pergaulan
§  Norma hukum : dibuat oleh lembaga yang berwenang, sanksi sangat tegas dan mengikat
§  Norma adat : berasal dari kebiasaan / tradisi / adat
-          Norma kelaziman : diikuti berdasarkan kebiasaan, tidak memiliki sanksi hanya apabila melanggar masyarakat akan merasa janggal

Hal – hal yang penting tentang sistem norma :
§  Norma mengatur proses sosial karena menguasai interaksi dan komunikasi
§  Norma sejalan dengan nilai
§  Dengan sistem norma individu dapat menyesuaikan perilakunya dengan kelompoknya
§  Norma kelompok mengatur cara berprilaku yang berlaku umum

Bentuk – bentuk penyimpangan norma :
§  Perilaku menyimpang berupa kejahatan / kriminal / victim
§  Terjadi penyimpangan seksual
§  Sikap dalam gaya hidup yang menyimpang (perjudian, pemimpin geng)
§  Konsumsi yang berlebihan (pecandu narkoba)

 D.  Kepribadian : watak konsisten yang bersifat khas (Koentjaraningrat)
 Susunan kepribadian :
1.     Pengetahuan : alam sadar manusia di otak (obsesi, fantasi, persepsi, pengalaman)
2.     Perasaan : alam sadar manusia untuk menilai yang baik dan buruk
3.     Dorongan naluri : di bawah alam sadar, merupakan kecenderungan untuk merespon situasi
-    Dorongan mempertahankan hidup
-    Dorongan seksual
-    Dorongan mencari makan dan memenuhi kebutuhan biologis
-    Dorongan bergaul dan berinteraksi
-    Dorongan meniru tingkah laku sesamanya
-    Dorongan untuk berbakti
-    Dorongan akan keindahan, bentuk, gerak, warna, dan suara

Faktor – faktor pembentuk kepribadian :
Ø  Faktor biologis / hereditas / keturunan
Ø  Faktor geografis / lingkungan fisik
Ø  Faktor kebudayaan khusus : adanya perbedaan kebudayaan
-  kelompok acuan / referensi (keluarga)
-  kelompok majemuk
Ø  Faktor pengalaman kelompok
Ø  Faktor pengalaman unik

Hubungan antara nilai, sosialisasi, dan kepribadian
Nilai membentuk internalisasi yang menjiwai sosialisasi, internalisasi membentuk sikap yang ditambah dengan kepribadian akan menghasilkan tingkah laku

E.  Kebudayaan dan Pengaruhnya terhadap Kepribadian
Kepribadian mengacu pada ciri dan sifat yang mencerminkan tabiat yang didalamnya meliputi konsep kepribadian yang disesuaikan dengan masyarakat dan kebudayaannya

Kepribadian umum (Du Bois) : Setiap kebudayaan memberikan nuansa dan hasil sosialisasi yang berbeda sehingga kepribadian yang dihasilkan juga berbeda – beda (orang Jawa lemah lembut, orang Batak petualang tangguh)

Kebudayaan yang mempengaruhi kepribadian :
§  Kebudayaan daerah
§  Kebudayaan khusus kelas sosial (etiket pergaulan, cara berpakaian)
§  Agama yang dianut
§  Cara hidup di desa / kota
§  Pekerjaan / profesi

[1] Hampir sama dengan norma fatsoen yang mengatur tentang hal etis sopan santun

Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang = deviation / nonkonformitas : perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang dianut masyarakat. Bersifat nisbi / relatif karena yang menjadi patokan adalah ketika perilaku tersebut di luar batas – batas pengawasan sosial

Teori terjadinya perilaku menyimpang :
a)    Sudut pandang sosiologi : perilaku alternatif karena tidak bisa mencapai tujuan yang selaras dengan kebudayaannya

-   Teori sosialisasi : gangguan pada penghayatan dan pengamalan nilai dan norma
kebudayaan khusus yang menyimpang[1] : karena pengaruh sebagian besar teman (pecandu narkotik karena terpengaruh teman)
      asosiasi difernsial : karena dianggap wajar oleh masyarakat di lingkungan tersebut (pemabuk yang tinggal di lingkungan masyarkat pemabuk)

-   Teori anomie
      Emile Durkheim : karena tidak adanya norma yang dijadikan pegangan
Robert K Merton : ketidakharmonisan antara tujuan budaya (struktur sosial) dengan cara – cara yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut.
      Cara adaptasi untuk mencapai tujuan budaya dari yang wajar sampai menyimpang :
1)     Conformity / konformitas : cara ditentukan masyarakat, (cara dan tujuannya positif)
2)    Innovation / inovasi : menempuh cara baru / tidak umum dilakukan (tujuan positif, cara negatif)
3)    Ritualism / ritualisme : berpegang teguh pada kaidah yang ada tetapi mengorbankan nilai sosial budaya yang ada (tujuan negatif, cara positif)
4)    Retreatism / pengasingan diri : menelaah cara dan tujuan (tujuan negatif, cara negatif)
5)    Rebellion / pemberontakan : menolak sarana dan tujuan yang telah disahkan budaya masyarakat kemudian menggantinya dengan cara yang baru (cara dan tujuan bisa positif atau negatif)

-   Teori pengendalian : tidak dapat menyesuaikan dengan nilai yang telah disepakati
pengendalian dari dalam : norma yang dihayati dan nilai yang dipelajari melalui sosialisasi
pengendalian dari luar : imbalan sosial terhadap kepatuhan dan sanksi bagi pelanggaran
Ikatan antara individu dan masyarakat :
1.  Kepercayaan : norma yang dihayati
2.  Keterikatan : imbalan karena kepatuhan
3.  Ketanggapan : tanggap terhadap pendapat orang lain
4.  Keterlibatan : kegiatan seseorang dalam berbagai lembaga masyarakat

-          Teori pergaulan bebas (Edwin H. Sutherland) : penyimpangan karena proses alih budaya dan dari proses tersebut seseorang mempelajari subkebudayaan menyimpang

-          Teori Labeling (Edwin M. Lemert) : penyimpangan karena julukan yang diberikan kepadanya


b)    Sudut pandang biologi  : tipe tubuh tertentu cenderung berprilaku menyimpang
Tipe tubuh (Sheldon) :
1.  Endomorp : bundar, halus, dan gemuk
2.  Mesomop : berotot, atletis
3.  Ectomorp : tipis, kurus

c)    Sudut pandang psikologi : perilaku menyimpang karena penyakit mental dan gangguan kepribadian
Tiga bagian dalam diri manusia (Sigmun Freud[2]) :
1.  id : tidak sadar, naluriah, mudah dipengaruhi hati
2.  ego : sadar dan rasional sebagai penjaga pintu kepribadian
3.  superego : telah menyerap nilai kultural berfungsi sebagai suara hati

Sebab – sebab perilaku menyimpang :
Ø  Hasil sosialisasi yang tidak sempurna : kurang dapat menyerap nilai / norma (anak sulung perempuan berperilaku tomboy karena menggantikan peran ayahnya yang telah meninggal)
Ø  Proses belajar yang menyimpang : interaksi dengan orang yang menyimpang
Ø  Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial :  tidak diberinya peluang untuk memilih cara – cara memenuhi kebutuhan hidup (tuan tanah yang sewenang – wenang kepada buruh)
Ø  Ikatan sosial yang berlainan : interaksi dengan kelompok yang menyimpang
Ø  Hasil sosialisasi dari nilai – nilai subkebudayaan yang menyimpang (Edwin H. Sutherland)

Ciri – ciri perilaku menyimpang (Paul B. Horton) :
·         Penyimpangan harus dapat didefinisikan : penyimpangan akibat peraturan dan sanksi yang dikenakan terhadap suatu perbuatan
·         Penyimpangan dapat diterima & ditolak
·         Penyimpangan relatif & mutlak : setiap orang pernah melakukan penyimpangan hanya berbeda frekuensinya
·         Penyimpangan terhadap budaya nyata & budaya ideal[3] : peraturan tidak dijalankan sepenuhnya
·         Terdapat norma – norma penghindaran[4] dalam penyimpangan : sebagian besar masyarakat  melakukan perbuatan yang dilarang sehingga bersifat semi melembaga (semiinstitutionalized)
·         Penyimpangan sosial bersifat adaptif : penyimpangan menjadi suatu cara untuk menyesuaikan kebudayaan yang ada dengan perubahan sosial yang terjadi

Sifat – sifat penyimpangan :
  • Positif : berdampak positif terhadap sistem sosial (wanita bersekolah)
  • Negatif : mengganggu sistem sosial, merugikan, bernilai sosial rendah (pembunuhan)

Macam – macam perilaku menyimpang :
§  Primer : bersifat sementara dan masih dapat diterima masyarakat (melanggar lalu lintas)
§  Sekunder : sering dilakukan dan mengganggu orang lain (pemabuk di depan umum)
Penyimpangan menurut pelakunya :
§  Individu : pelanggaran oleh individu, menurut kadarnya terbagi atas :
Pembandel: tidak mematuhi nasihat ortu
Pembangkang : tidak taat pada peringatan orang lain
Pelanggar :  melanggar norma – norma umum
Penjahat : mengakibatkan kerugian harta benda / jiwa
-  Munafik :  berbohong dan berkhianat
§  Kelompok : dilakukan oleh sekelompok orang

Bentuk – bentuk perilaku menyimpang :
§  Penyalahgunaan narkotika
§  Perkelahian antarpelajar
§  Hubungan seksual di luar nikah
§  Penyimpangan seksual
§  Pembunuhan
§  Kejahatan / kriminalitas
Vietimlees :      -   kejahatan kerah putih : KKN
                        -   kejahatan terorganisir : mavia
                        -   kejahatan perusahaan : menipu konsumen
                        -   kejahatan kerah biru (oleh pekerja kasar)
Kriteria / klasifikasi perilaku menyimpang :
1)     Pandangan hidup & kepercayaan yang tidak benar
-  komunisme[5]                                      
-  bohinisme : memuja kesenangan        
-  atheisme : tidak bertuhan                
-  polytheisme : banyak tuhan              
-  pantheisme : percaya dewa               
      -  animisme : percaya roh                                 
-  Hedonisme : tidak mempedulikan orang lain
-  Sekulerisme
dinamisme : percaya benda mistis
fetitisme : percaya benda kuno
toteisme : percaya simbol tertentu
      -  sinkritisme : animisme bercampur agama

2)    Niat dan pikiran yang tidak baik
3)    Perkataan yang tidak benar (berbohong)
4)    Perbuatan yang tidak benar (berjudi)
5)    Penghidupan / pekerjaan yang tidak benar (pencuri)
6)    Tindakan / usaha yang tidak benar (menyontek)


[1] Kebudayaan khusus yang menyimpang : nilai dan norma yang tidak sesuai dengan masyarakat pada umumnya
[2] Ia berpendapat bahwa perilaku menyimpang karena superego yang berlebihan tetapi tidak dapat diimbangi oleh ego
[3] Budaya ideal : segenap aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat
[4] Norma penghindaran : perbuatan yang dilakukan banyak orang dalam memenuhi keinginan mereka tanpa harus menentang tata kelakuan dan norma secara terbuka
[5] komunisme tidak sama dengan sosialisme